• Senin, 23 Mei 2022

PP PAUD dan Dikmas Provinsi Jawa Barat, Melaksanakan Penguatan TPLD Paud dan Dikmas Kabupaten Tasikmalaya

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 00:27 WIB
Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Barat , melaksanakan kegiatan koordinasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya.Foto.Anton
Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Barat , melaksanakan kegiatan koordinasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya.Foto.Anton

TASIKMALAYA.Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Barat , melaksanakan kegiatan koordinasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Senin (25/10/2021).

Kegiatan tersebut dalam rangka melaksanakan penguatan terhadap Tim Pendamping Literasi Daerah ( TPLD ) Paud dan Dikmas Kabupaten Tasikmalaya.

" Sebelumnya kegiatan TPLD tersebut sudah pernah dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat dan sudah terbentuk, sabagai Ketua tim Pendamping Literasi Daerah Kabupaten Tasikmalaya adalah Kepala Dinas ( Kadis) Pendidikan dan
Kebudayaan", ucap Dr. Dra.Rr. Erna Hernawati, MM.Pd., Analis Kemitraan PP PAUD dan Dikmas Jawa Barat ,yang di dampingi Riany Ariesta, S.Pd, Ahli Muda.

Baca Juga: Aplikasi Gemar Kiblat, Kumandangkan Azan Serentak dan Kalibrasi

Dikatakan Erna, PP Paud dan Dikmas Jawa Barat dan LPMP sebagai penanggung jawab, diminta untuk menginisiasi terjadinya TPLD ini.

" Karena kegiatan LPMP pada saat itu sasaranya pendidikan formal diantaranya SD, SMP, dan SMA. Untuk Paud dan Dikmas nya belum, makanya untuk menguatkan TPLD akan memasukan dari unsur Paud dan Dikmas", ujarnya .

Lebih lanjut Erna menyatakan , dalam kegiatan ini, diharapkan dapat menguatkan apa yang sudah ada dan sudah dibentuk oleh LPMP, agar bisa dimasukan unsur Paud dan Dikmas.

Baca Juga: Sebanyak 5.000 Dosis Pfizer, Akan Laksanakan Vaksinasi Covid-19 Kepada 4.500 Orang

"Harapan kami budaya literasi sudah terintegrasi ini , mulai dari sekolah keluarga , satuan pendidikan , dan masyarakat . Kemudian untuk Paudnya kegiatan praliterasi dan pranomerasi yang merupakan tatanan pondasi menguasai kemampuan membaca dan menulis berhitung yang menyenangkan bagi murid", ungkapnya.

Menurut Erna , dari hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada pendidikan kesetaraan yang berfungsi untuk penyetaraan, dilihat capaiannya di Indonesia berdasarkan Visa, Team,
Balance, Ina dan Aksi , hasilnya masih kurang. Ini terjadi karena akibat dari covid -19.Sehingga kami sekarang diminta untuk bisa meningkatkan literasi dan nomerasi ini terjadi karena dampak dari covid -19 jadi Learning Lose, Intruction learning dan Literasi lose.

Halaman:

Editor: Ade Anton Sulistyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X