• Senin, 23 Mei 2022

Dimasa Pandemi Covid-19, IDAI Ajukan Rekomendasi PTM 2022

- Selasa, 4 Januari 2022 | 12:58 WIB
IDAI Ajukan Rekomendasi PTM 2022 (Foto : Dok IDAI)
IDAI Ajukan Rekomendasi PTM 2022 (Foto : Dok IDAI)

BANDUNG, FORMAS.CO.ID- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memgeluarkan rekomendasi terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi Covid-19. Pertimbanganya bebera hal, termasuk sudah di ditemukannya virus varian baru Omicron di Indonesia.

Ketua Umum IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A (K) mengatakan, pelaksanaan PTM harus mempertimbangkan juga berbagai aspek. Jangan sampai terjadi, seperti di negara-negara Eropa dan Afrika meningkatnya kasus Covid-19 pada anak dalam beberapa minggu terakhir.

“Sebagian besar kasus anak yang sakit adalah anak yang belum mendapat vaksin Covid-19,” ujarnya Minggu (2/1/2022).

Baca Juga: Sebanyak 51.303 Anak Usia 6-11 Tahun Kota Bandung Telah Divaksin Covid-19

Dikatakannya, kebijakan PTM, sudah diaplikasikannya beberapa inovasi metode pembelajaran oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta pentingnya proses pendidikan anak usia sekolah. Maka IDAI merekomendasikan untuk membuka PTM, jika 100 persen guru dan petugas sekolah sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Sebaiknya anak yang dapat masuk sekolah adalah anak yang sudah diimunisasi Covid-19, lengkap 2 kali dan tanpa komorbid," ulasnya.

Di samping itu, sekolah tetap harus patuh pada protokol kesehatan terutama fokus pada beberapa hal yakni penggunaan masker wajib untuk semua orang yang ada di lingkungan sekolah, ketersediaan fasilitas cuci tangan, menjaga jarak, tidak makan bersamaan.

Baca Juga: Edukasi Promotor Kesehatan Lewat Media, Doni Dapat Penghargaan Gubernur Jabar

“Termasuk juga memastikan sirkulasi udara terjaga dan mengaktifkan sistem penapisan aktif per harinya untuk anak, guru, petugas sekolah dan keluarganya yang memiliki gejala suspek Covid-19,” tambahnya.

Untuk kategori anak usia 12-18 tahun, PTM dapat dilakukan 100 persen dalam kondisi, tidak adanya peningkatan kasus Covid-19 di daerah tersebut, tidak adanya transmisi lokal Omicron di daerah tersebut. Begitu juga, untuk PTM bisa dilakukan metode hybrid (50 persen luring, 50 persen daring) jikan kondisi masih ditemukan kasus Covid-19 namun positivity rate di bawah 8 persen.

Halaman:

Editor: Yayat Tahyan Supiat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X