• Senin, 23 Mei 2022

Peringatan Hardiknas, Jadikan Semangat Belajar dan Berkarya

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 15:15 WIB
Plt. Walikota Cimahi Ngatiyana, saat menggelar Peringatan Hardiknas, tingkat Kota Cimahi Tahun 2022. di Lapangan Apel Pwmkot Cimahi, Jumat (13/5/2022)/Foto : Humas Pemkot Cimahi.
Plt. Walikota Cimahi Ngatiyana, saat menggelar Peringatan Hardiknas, tingkat Kota Cimahi Tahun 2022. di Lapangan Apel Pwmkot Cimahi, Jumat (13/5/2022)/Foto : Humas Pemkot Cimahi.

CIMAHI, FORMAS.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, menggelar Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), tingkat Kota Cimahi Tahun 2022. Peringatan Hardiknas, dilakukan secara hybrid atau dalam jaringan (daring) dan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes), di Lapangan Apel Pwmkot Cimahi, Jumat (13/5/2022)

Plt. Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana yang saat hadir sebagai Pembina upara, dalam sambutannya menyampaikan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, peringatan Hari Hardiknas 2 Mei 2022, bangsa Indonesia adalan bangsa yang tangguh.

“Kita untuk tetap semangat belajar dan berkarya di tengah pandemi Covid-19 ini, karena bangsa Indonesia bangsa yang tangguh,” ujar Nadiem dalam amanatnya yang di sampaikan Walikota Cimahi, Ngatiyana.

Baca Juga: Pansus 1 DPRD, Pertayakan Soal Sekolah Santri di DPMPTSI Hanya 85 Anak

Dikatakannya, kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20 menjadi bukti bangsa Indonesia, adalah bangsa yang tangguh, kuat dan berdaya saing. Di tengah pandemi yang melanda dunia, bangsa Indonesia tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan.

“Meski pandemi Covid-19 berlangsung lebih dari dua tahun, mengakibatkan perubahan di berbagai bidang kehidupan. Dibutuhkan adaptasi untuk mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Di bidang pendidikan Pemerintah telah merancang Kurikulum Merdeka untuk mengatasi masalah pendidikan selama masa pandemi Covid-19,” katanya.

Lebih lanjut dia menyatakan, berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, Kurikulum Merdeka terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran tatap muka. Kini Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Komisi C DPRD Tinjau GBLA, Buat Ajang Laga Persib Bandung di Liga 1

“Bangsa Indonesia telah mencapai yang luar biasa, namun belum sampai di garis akhir. Maka itu, saya berpesan agar bagsa Indonesia harus terus berupaya agar memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk merdeka belajar,” katanya.

Untuk itu, para pendidik dan pengajar di Kota Cimahi agar tetap semangat untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan dengan sebaik-baiknya. Begitu juga, kepada para siswa dan siswi di seluruh Kota Cimahi Ngatiyana berpesan agar tetap menjaga Prokes selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Halaman:

Editor: Yayat Tahyan Supiat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X