• Selasa, 9 Agustus 2022

Tanggapi Pandangan Umum Fraksi DPRD, Bupati Ciamis Sampaikan Keberpihakannya Pada Honorer

- Selasa, 21 Juni 2022 | 17:29 WIB
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, hadiri rapat lanjutan jawaban pandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD perihal Raperda,tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Ciamis tahun anggaran 2021.(Foto.Dok.Prokopim Ciamis)
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, hadiri rapat lanjutan jawaban pandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD perihal Raperda,tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Ciamis tahun anggaran 2021.(Foto.Dok.Prokopim Ciamis)

CIAMIS,FORMAS.CO.ID-Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, hadiri rapat lanjutan jawaban pandangan umum dari fraksi DPRD perihal Raperda,tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Ciamis tahun anggaran 2021 di Aula Tumenggung Wiradikusuma DPRD Ciamis,Selasa (21/06/2022).

Dalam sambutannya, Bupati Ciamis menyampaikan keberpihakannya dan kepeduliannya atas nasib tenaga honorer di Kabupaten Ciamis.

Ia mengatakan Permasalahan tenaga honorer di seluruh indonesia saat ini menjadi isu yang sangat penting setelah Kementerian PAN-RB mengeluarkan surat No. B/165/M.SM.02. 03/2022 hal status kepegawaian dilingkungan instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Baca Juga: Walau Tanpa Didukung Pemkot dan Stikholder, Festival Sepak Bola Garuda Emas Parahyangan Cup 1 Sukses

"Dengan Surat Edaran tersebut tentu akan sangat berdampak terhadap tenaga honorer yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis," Ucapnya.

Terkait hal tersebut, Bupati menyebutkan Pemerintah Kabupaten Ciamis akan berupaya untuk berkonsultasi dengan Pemerintah Pusat untuk mendapat solusi terkait permasalahan tersebut.

"Keberadaan tenaga honorer patut kita pertimbangkan dan kita hargai, terlebih tenaga honorer banyak yang sudah mengabdi dan berkarya lebih dari 5 tahun," ungkap Bupati

Bupati menuturkan keberadaan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis saat ini sudah berada di posisi yang kritis dimana jumlah ASN tenaga administrasi, tenaga kesehatan dan tenaga guru sangat sedikit.

"Kekurangan tersebut disebabkan karena para ASN memasuki usia pensiun, meninggal dunia atau pindah tugas, sementara rekrutmen sangat terbatas," Jelasnya.

Halaman:

Editor: Ade Anton Sulistyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X