• Senin, 23 Mei 2022

5 Pesan Rahasia Anton Charliyan Kunci Bagi Para Panglima Baranusa Pajajaran , Keraton Kanoman Cirebon

- Rabu, 1 Desember 2021 | 08:30 WIB
Anton Charliyan Mantan Kapolda jabar yang sekarang lebih dikenal sebagai Abah Anton, Tokoh Penggiat Budaya dan Sejarah Sunda , selaku Majelis Dewan Pembina Baranusa ( Barisan Raja Nusantara ) Pajajaran jawa Barat , dalam Prosesi pelantikan para panglima Baranusa Kabupaten dan Kota se Jawa barat di Keraton Kanoman Cirebon.( Foto.Anton/Formas)
Anton Charliyan Mantan Kapolda jabar yang sekarang lebih dikenal sebagai Abah Anton, Tokoh Penggiat Budaya dan Sejarah Sunda , selaku Majelis Dewan Pembina Baranusa ( Barisan Raja Nusantara ) Pajajaran jawa Barat , dalam Prosesi pelantikan para panglima Baranusa Kabupaten dan Kota se Jawa barat di Keraton Kanoman Cirebon.( Foto.Anton/Formas)

Tidak akan ada hari ini tanpa ada Dahulu, makanya para anak cucu harus ingat kepada para pendahulu pendahulu,leluhur kita. Karena tidak akan ada acabang tanpa pohon.

Tidakakan ada ranting tanpa Cabangnya. Untuk itu kita wajib hormat dan taat kepada kedua orang tua, yang lebih tua dan yang dituakan serta para pimpinan kita di tingkat manapun, sebagai perwujudan hormat pada leluhur.

Baca Juga: RAPBD Tidak Memihak Rakyat, PSI Walk Out Dari Paripurna DPRD Kota Bandung

3. jaga Kasampurnaan Agama tapi kade kudu tetep ngajenan , ngamumule ulah mopoheukeun tradisi adat budaya leluhur, kudu sarimbag silih ajenan ( Jaga Kesempurnaan agama, tapi tetap harus menghormati melestarikan budaya adat tradisi ajaran leluhur, harus seimbang saling mengisi saling hormati saling hargai, satu sama lain. Tidak boleh saling bertentangan ) Jadi dalam menjalankan syariat Agama, agama apapun harus selaras, bergandeng tangan dengan budaya tidak boleh saling bertentangan satu sama dengan yang lain.

4. Bangun Kekuatan dengan kedamaian , bangun kekuatan dengan kerendahan hati. Sebagaimana yang tersurat dalam Prasasti Kawali ; Pakeun Heubeul jaya dibuana, Pake gawe Kreta bener , pake gawe Kreta rahayu, ulah botoh bisi kokoro , ulah batengah bisi kateker, ( jika ingin Jaya didunia, Bangunlah Kekuatan dengan Kedamaian, Bangunlah Kekuatan dg Kerendahan hati. jangan serakah akan celaka, jangan Sombong akan Tersingkir )

Syarat mutlak agar suatu bangsa, satu Negara Kuat, harus mampu menciptakan dulu suasana Damai, Kalau sudah suasaba sudah Damai aman & tentram baru Negara tsb bisa melaksanakan Program2 Pembangunanya, karena tidak mugkin pembangunan dilaksanakan dlm suasana Rusuh, sehingga dg demikian manusia sunda adalah manusia manusia yang cinta damai, damai di hati.

Damai dibumi, damai Sa Nagari, hirup rukun sauyunan, penuh cinta kasih , untuk menciptakan masyarakat yg rahmatan lil Alamin , penuh rahman dan rahim silih asih, silih asah dan silih asuh.

Baca Juga: Ratusan Masyarakat Tergabung Dalam Forum Masyarakat Tanjungjaya Bersatu, Melakukan Aksi Audensi

Kemudian Membangun Kekuatan dengan Kerendahan hati , dlm arti seseorang bisa kuat , bisa hebat bukan karena keunggulan Phisiknya atau kekuatan Materinya, tapi justru bisa menjadi kuat dan hebat itu karena akhlakul Karimahnya, karena Prilakunya yang rendah hati, Ramah , Santun, Respek , tahu diri, tahu etika dan tahu tata titi , Tawadhu, tidak arogan dalam bersikap maupun bicara, itulah ciri wanci manusia Sunda sehingga bisa diterima dimana mana karena, Kesantunan , karena keramahanya,Karena kerendahan hatinya.

Sehingga salah satu pantangan terbesar manusia sunda adalah , Besar kepala dan bersikap Sombong. ( ulah Batengah, bisi Kateker ) . Makanya kenapa Orang-orang sunda senantiasa pakai iket kepala sebagai pengingat untuk terus mengikat kepalanya agar kepalanya tidak menjadi besar, karena yang gampang suka membesar itu Kepala. Karena banyak manusia suka menjadi lupa diri kalau sudah kena oenyakit besar kepala makanya apabila ada manusia sunda yang suka petantang petenteng adigung adiguna, kepalanya jadi besar , itu bukan orang sunda. Sekali lagi itu bukan orang Sunda.

Halaman:

Editor: Ade Anton Sulistyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X