• Senin, 23 Mei 2022

Pameran Lukisan Kabogoh Bogor Herang, Hadir di Balai Budaya Jakarta

- Sabtu, 18 Desember 2021 | 23:53 WIB
Para seniman lukis, sedang santai potobersama  pada kegiatan "Pameran Lukisan Kabogoh Bogor Herang". (Foto : Dok : Ist)
Para seniman lukis, sedang santai potobersama pada kegiatan "Pameran Lukisan Kabogoh Bogor Herang". (Foto : Dok : Ist)

JAKARTA, FORMAS.CO.ID- Dewan Kesenian Kabupaten Bogor (DKKB), resmi membuka "Pameran Lukisan Kabogoh Bogor Herang". Pameran, dilaksanakan selama enam hari dimulai 17 Desember 2021 hingga 22 Desember 2021 mendatang, di Balai Budaya, Jalan Gereja Theresia, Jakarta Pusat.

Pameran yang menghadirkan tujuh perupa Bogor antara lain, Achmad Syahri, Dara Sinta, Denok Retno Indah, Marwan, Putra Gara, Tomy Faisal Alim, dan Yaqub Elka itu menampilkan berbagai lukisan kontemporer hingga futuristik masa depan.

Ketua DKKB, Putra Gara menggatakan, pegelaran Pameran Lukisan Kabogoh Bogor Herang diharapkan menjadi ruang kreatif untuk seniman Bogor untuk terus berkarya dan bukan saja hanya ruang coba-coba.

Baca Juga: BKPSDM Kota Sukabumi dan SDN Cikole, Diduga Tempati Tanah Sengketa

"Kita berharap, kegiatan ini bukan ajang coba-coba pagelaran seni rupa semata, tapi juga harus menjadi semangat berkarya bagi seniman Bogor," ungkap dia.

Ketua Balai Budaya, Syahnagra mengatakan terus mendorong para seniman di Bogor untuk menampilkan karya di Balai Budaya. Pihaknya mengaku bahagia atas pagelaran Kabogoh Bogor Herang.

"Meski diselenggarakan dalam keadaan pandemi Covid-19, tapi semangat kita jangan pernah turun. Pandemi harus menjadi semangat untuk para seniman untuk bertumbuh dan bertukar gagasan lewat pameran lukisan," ujar dia.

Baca Juga: Direktur Utama bank bjb, Dinobatkan sebagai Top Regional Banker 2021

Sementara, pelukis senior Mas Padhik mengajak seluruh perupa agar terus berkarya. Dia mengatakan lukisan setiap seniman nantinya punya jalannya masing-masing, tanpa harus berhenti melukis.

"Jadi tantangan kita saat ini adalah, terlalu banyak memikirkan apa yang hendak kita lukis. Sementara teman-teman ototitak terus melukis tanpa memikirkan tiori, ini yang membuat kita terus tertinggal," sebut dia.

Halaman:

Editor: Yayat Tahyan Supiat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X